Saturday, April 23, 2016

Klasifikasi Piutang Akuntansi keuangan Menengah

Klasifikasi Piutang


·      Klasifikasi piutang dalam laporan keuangan :
Pada umumnya piutang diklasifikasikan sebagai piutang lancar (current receivable)  yaitu piutang yang waktu jatuh temponya satu tahun atau kurang, dalam satu siklus operasi normal (normal operating cycle) perusahaan. Tetapi apabila jatuh temponya lebih dari satu tahun, maka diklasifikasikan sebagai aset lancar menjadi tidak tepat, untuk itu disebut piutang tidak lancar (noncurrent receivable).


·      Klasifikasi piutang dalam Laporan Posisi Keuangan :
a.    Piutang dagang (trade receivable) 
Piutang dagang (trade receivable) adalah jumlah yang terutang oleh pelanggan untuk barang dan jasa yang telah diberikan sebagai bagian dari operasi bisnis normal. Piutang dagang biasanya yang paling signifikan yang dimiliki perusahaan, bisa diklasifikasikan menjadi dua yakni :
-       Piutang usaha (account receivable) adalah janji lisan dari pelanggan untuk membayar sejumlah uang atas barang atau jasa yang dijual secara kredit.
-       Wesel tagih (notes receivable) adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa depan.

b.    Piutang nondagang (nontrade receivable)
Piutang nondagang berasal dari berbagai transaksi dan dapat berupa janji tertulis untuk membayar atau mengirimkan sesuatu , antara lain :
a)    Uang muka kepada karyawan dan staf  (Advances to officers and employees)
b)   Uang muka kepada anak perusahaan (Advances to subsidiaries)
c)    Deposito untuk menutup kemungkinan kerugian dan kerusakan  (Deposits to cover potential damages or losses)
d)   Deposito sebagai jaminan penyediaan jasa atau pembayaran (Deposits as a guarantee of performanca or payment)
e)    Piutang dividen dan bunga  (Dividends and interest receivable)
f)    Klaim terhadap :
a.    Perusahaan asuransi untuk kerugian yang dipertanggungkan;
b.    Terdakwa dalam satu perkara hukum;
c.    Badan-badan pemerintah untuk pengembalian pajak;
d.   Perusahaan pengangkut untuk barang yang rusak atau hilang;
e.    Kreditor untuk barang yang dikembalikan, rusak, atau hilang;
f.     Pelanggan untuk barang-barang yang dapat dikembalikan (krat, container, dan sebagainya. 

·      Klasifikasi piutang pada umumnya antara lain:
1.    Piutang Usaha (Accounts Receivable)
Piutang Usaha (Accounts Receivable) adalah jumlah yang akan ditagih dari pelanggan sebagai akibat transaksi penjualan barang atau jasa secara kredit. Piutang usaha memiliki saldo normal disebelah debet sesuai dengan saldo normal untuk aset. Piutang usaha biasanya diperkirakan akan ditagih dalam jangka waktu relatif pendek, biasanya dalam waktu 30 sampai 60 hari yang merupakan piutang terbuka.

2.    Piutang Wesel/Wesel Tagih (Notes Receivable)
Piutang wesel (notes receivable) adalah janji tertulis bersyarat dari satu pihak ke pihak lain untuk membayar sejumlah uang tertentu di masa yang akan datang atau tagihan perusahaan kepada pembuat wesel atau pihak yang telah berhutang kepada perusahaan, baik melalui pembelian barang dan jasa secara kredit maupun melalui peminjaman sejumlah uang. Pihak yang berhutang berjanji kepada perusahaan untuk membayar sejumlah uang tertentu dalam kurun waktu tertentu sesuai yang tertera dalam surat perjanjian yang ditulis secara formal dalam sebuah wesel atau promes (promissory note). Jangka waktu minimal 60 hari.

3.    Piutang Lain-lain (Other Receivable)

Piutang lain-lain adalah piutang yang tidak termasuk kedalam piutang usaha maupun wesel tagih. Misalnya : pinjaman kepada karyawan maupun pinjaman kepada pihak lain yang tidak berkaitan dengan usaha.

No comments:

Post a Comment